Gunungsugih.com,Lampung Tengah,- Kami dari Media Gsgrup pada saat konfirmasi ke BPKAD kabupaten lampung tengah pada saat itu ada tiga oknum petinggi BPKAD pada saat itulah kami “menanyakan” Berapakah anggaran dana hibah seluruhnya, dijawab oleh salah satu oknum Petinggi di BPKAD berinisial (T) diantara mereka bertiga pada saat itu inisial (T) langsung menyambar pertanyaan kami dia mengatakan “ seluruhnya dana hibah Cuma lima milyar” Cuma inisial (T) pada waktu dia mengatakan  Cuma lima milyar, mengapa inisial (T) menoleh kekanan dan kekiri,lalu sepandang-pandangan dengan kepala BPKAD yang berinisial (R).  disinilah kami dari Media ,Ormas ,Lsm melihat ada kejanggalan ,diduga sudah bertahun-tahun oknum-oknum tersebut fiktifkan anggaran ,korupsi dan indikasi pencucian uang.

Diduga, Ada beberapa narasumber hasil tim kami dari media ,Ormas ,Lsm menggali dari tahun 2018 diduga ada banyak kejanggalan karena kami dari media,Ormas ,Lsm tidak dapat mengaudit BPKAD kabupaten lampung tengah dikarenakan kami dari lembaga organisasi ,Kami meminta kepada pihak hukum yang terkait agar secepatnya dapat mengaudit Badan pengelolaan keuangan aset daerah (BPKAD) kabupaten lampung tengah.

PT.MEDIA GSGRUP INDONESIA ,apapun laporan – laporan dari narasumber akan kami rahasiakan dan kami dari PT.MEDIA GSGRUP INDONESIA tidak akan memberhentikan pemberitaan tersebut sebelum Partner kerja kami dari Mabes Polri dan Komisi pemberantaan korupsi (KPK) RI memanggil ,memeriksa ,menangkap para pelaku. 

Kami dari Media ,Ormas dan Lsm sudah mendapatkan keterangan dari salah satu oknum di BPKAD ,karena mencocokan hasil dari beberapa narasumber yang pernah mendapatkan bantuan dari dana hibah setelah oknum tersebut mengkroscek dari mulai akhir tahun 2017 ada beberapa yang telah mendapatkan bantuan dari dana hibah tetapi tidak ditemukan arsip pencairan bantuan dari dana hibah, setelah kami mengetahui bahwa arsip tersebut tidak ada tim kami langsung menuju ke bank lampung kcp.bandar jaya untuk memperkuat dugaan kami yang sudah sangat luar biasa anggaran – anggaran yang kami duga telah banyak penyimpangan-penyimpangan ,tunggu kabar selanjutnya dari tim Bedah kasus yang akan dikomandokan dari Provinsi dan Pusat. (Tim Bedah Kasus Koruptor)